4 Mei 2024 11:56 am

Traksi Untuk Pengobatan Pasien Patah Tulang

Traksi Untuk Pengobatan Pasien Patah Tulang
Traksi adalah teknik medis yang digunakan untuk memberikan tarikan pada suatu bagian tubuh, seperti tulang atau sendi, untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam ortopedi, traksi digunakan untuk berbagai kondisi, seperti:
  • Fraktur tulang: Traksi dapat membantu meregangkan otot dan jaringan di sekitar tulang yang patah, sehingga membantu menyelaraskan kembali tulang dan mempermudah proses penyembuhan.
  • Dislokasi sendi: Traksi dapat membantu menarik tulang yang dislokasi kembali ke posisinya yang benar.
  • Infeksi tulang: Traksi dapat membantu menjaga tulang yang terinfeksi tetap stabil dan mencegah penyebaran infeksi.
  • Deformitas tulang: Traksi dapat digunakan untuk meregangkan tulang yang bengkok atau melengkung ke posisi yang lebih normal.

Jenis Traksi

Ada beberapa jenis traksi yang digunakan dalam ortopedi, yaitu:
1. Traksi kulit: Jenis traksi ini menggunakan pin atau kawat yang dimasukkan ke dalam kulit di atas tulang yang ingin ditarik. Pin atau kawat ini kemudian dihubungkan dengan beban untuk memberikan tarikan. Traksi kulit biasanya digunakan untuk fraktur tulang kaki dan lengan.
2. Traksi skeletal: Jenis traksi ini menggunakan pin atau kawat yang dimasukkan langsung ke dalam tulang yang ingin ditarik. Pin atau kawat ini kemudian dihubungkan dengan beban untuk memberikan tarikan. Traksi skeletal lebih kuat daripada traksi kulit dan biasanya digunakan untuk fraktur yang lebih parah atau dislokasi sendi.
3. Traksi balanced: Jenis traksi ini menggunakan kombinasi traksi kulit dan skeletal. Traksi balanced memberikan tarikan yang lebih merata pada tulang dan membantu mengurangi risiko komplikasi.



Klik untuk mendownload ebook
Klik untuk mendownload ebook

Beban Traksi

Beban traksi yang digunakan tergantung pada beberapa faktor, seperti:
  • Jenis fraktur atau dislokasi: Fraktur dan dislokasi yang lebih parah memerlukan beban traksi yang lebih besar.
  • Usia dan berat badan pasien: Pasien yang lebih tua dan lebih berat biasanya memerlukan beban traksi yang lebih besar.
  • Toleransi pasien terhadap rasa sakit: Beban traksi harus disesuaikan dengan toleransi pasien terhadap rasa sakit.
Beban traksi biasanya dimulai dengan beban yang rendah dan secara bertahap ditingkatkan selama beberapa hari.Dokter akan memantau pasien dengan cermat untuk memastikan bahwa traksi memberikan efek yang diinginkan dan tidak menyebabkan komplikasi.

Klik untuk mendaftar
Klik untuk mendaftar

Komplikasi Traksi

Meskipun traksi adalah teknik yang efektif untuk mengobati berbagai kondisi ortopedi, ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi, seperti:
  • Infeksi: Infeksi dapat terjadi di sekitar pin atau kawat yang digunakan untuk traksi.
  • Kerusakan saraf atau pembuluh darah: Pin atau kawat dapat merusak saraf atau pembuluh darah di sekitar tulang yang ditarik.
  • Nyeri: Traksi dapat menyebabkan rasa sakit yang cukup parah.
  • Kekakuan sendi: Traksi dapat menyebabkan kekakuan sendi jika digunakan dalam waktu lama.
Dokter akan mendiskusikan risiko dan manfaat traksi dengan pasien sebelum memulai pengobatan. Penting untuk mengikuti instruksi dokter dengan cermat untuk membantu mengurangi risiko komplikasi.
Blog Post Lainnya
-
@2024 bimbelkanduru Inc.