18 Oktober 2022 11:04 pm

Keperawatan Jiwa

Keperawatan Jiwa
Materi yang sering keluar di soal keperawatan jiwa meliputi masalah perawatan psikososial meliputi ansietas, kehilangan, ketidakberdayaan, berduka, gangguan citra tubuh, keputusasaan dan harga diri rendah situasional. Selain itu, kasus yang keluar di stase keperawatan jiwa adalah masalah jiwa dengan : harga diri rendah, halusinasi, waham, isolasi sosial, defisit perawatan diri, risiko perilaku kekerasan dan risiko bunuh diri.



Proses Keperawatan

Proses keperawatan dalam asuhan keperawatan jiwa meliuti pengkajian, penegakkan diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi

Tehnik Menjawab Pengkajian dan Penegakkan Diagnosis

Pengkajian dalam keperawatan jiwa hasil pengamatan baik secara anamnesa maupun pemeriksaan fisik. Dalam pengkajian keperawatan jiwa, akan ditarik kesimpulan faktor predisposisi dan presipitasi pada kasus yang muncul. Tehnik menjawab soal yang menanyakan pengkajian adalah dengan memahami data-data yang diperlukan. Yang biasanya akan mengarah pada penentuan diagnosa keperawatan. Penentuan diagnosa keperawatan bergantung pada soal yang diminta. Kebanyakan yang diminta soal adalah diagnosa keperawatan yang bersifat aktual. Namun tidak menutp kemungkinan meminta jawaban untuk diagnosa potensial. Disini, teman-teman bisa cermati dari pertanyaan soal. Tentang diagnosa keperawatan utama mana yang diminta. Analisis kasus lebih dalam, temukan data subjektif dan objektif yang paling banyak dan sinkron.

Intervensi, Implementasi dan Evaluasi

Guna menjawab soal intervensi, implementasi dan evaluasi sebetulnya disesuaikan dengan keadaan kasus. Teman-teman dapat menganalisis kasus yang muncul dan menentukan apa diagnosa keperawatan utamanya. Sehingga dapat berpikir kritis tentang apa yang tindakan yang sangat perlu dilakukan. Adapun untuk evaluasi, diselarasakan dengan tujuan intervensi tersebut dibuat.
HALUSINASI Halusinasi adalah terjadinya persepsi dalam kondisi sadar tanpa adanya rangsang nyata terhadap indra. Kualitas dari persepsi itu dirasakan oleh penderita sangat jelas, substansial dan berasal dari luar ruang nyatanya
Macam2 halusinasi: Pendengaran Penglihatan Penciuman Perabaan Pengecapan




WAHAM MACAM-MACAM WAHAM :
  1. Waham Kebesaran Individu meyakini bahwa ia memiliki kebesaran atau kekuasaan khusus dan diucapkan berulang kali, tetapi tidak sesuai kenyataan. Contoh: Saya ini pejabat di Kementrian Semarang! Saya punya perusahaan paling besar lho.
  2. Waham Agama Individu memiliki keyakinan terhadap suatu agama secara berlebihan dan diucapkan berulang kali, tetapi tidak sesuai dengan kenyataan. Contoh: Saya adalah Tuhan yang bisa menguasai dan mengendalikan semua makhluk
  3. Waham Somatik Individu meyakini bahwa tubuh atau bagian tubuhnya terganggu atau terserang penyakit dan diucapkan berulang kali, tetapi tidak sesuai dengan kenyataan. Contoh: Saya menderita kanker. Padahal hasil pemeriksaan lab tidak ada sel kanker pada tubuhnya.
  4. Waham Nihilistik Individu meyakini bahwa dirinya sudah tidak ada di dunia/ meninggal dan diucapkan berulang kali, tetapi tidak sesuai dengan kenyataan. Contoh: Ini saya berada di alam kubur ya, semua yang ada disini adalah roh-rohnya. Saya sudah mati, dan sekarang hidup kembali.
  5. Waham Curiga Individu meyakini bahwa ada seseorang atau kelompok yang berusaha merugikan/ mencederai dirinya dan diucapkan berulang kali, tetapi tidak sesuai kenyataan. Contoh Saya tahu seluruh keluarga saya ingin menghancurkan hidup saya karena mereka iri dengan kesuksesan saya Banyak Polisi mengintai saya tetangga saya ingin menghancurkan hidup saya, suster akan meracuni makanan saya.
  6. Waham Siar Pikir Keyakinan klien bahwa orang lain mengetahui apa yang dia pikirkan walaupun dia tidak pernah menyatakan pikirannya kepada orang tersebut.
  7. Waham Kontrol Pikir Keyakinan klien bahwa pikirannya dikontrol oleh kekuatan diluar dirinya.



Untuk SP waham:
  1. Orientasi Realita
  2. Bantu memenuhi kebutuhan pasien
  3. Bntu memilih kemampuan yg dimiliki pasien
  4. Minum obat

HDR
Harga diri rendah situasional adalah Evaluasi atau perasaan negatif terhadap diri sendiri atau kemampuan klien sebagai respon terhadap situasi saat ini (SDKI, 2016). Jika harga diri rendah kronik/ kronis adalah evaluasi atau perasaan yg negatif terhadap diri sendiri atau kemampuan klien seperti tidak berarti, tidak berharga , tidak berdaya yg berlangsung dalam waktu yg lama dan terus menerus.


LATIHAN SOAL 1 Seorang perempuan usia 18 tahun datang ke poli kulit dengan luka bakar. Ketika perawat akan melakukan pengkajian lukanya, pasien tidak mau membuka jaketnya. Pasien mengatakan malu dan tidak mau memperlihatkan kepada perawat. Pasien pun selalu menunduk. Apakah diagnosa keperawatan utama pada kasus tersebut ?
a. Kerusakan integritas kulit
b. Risiko Harga Diri Rendah
c. Harga diri rendah situasional
d. Keputuasaan
e. Defisit perawatan diri


Pembahasan: Perubahan pada citra tubuh dapat menyebabkan terjadinya harga diri rendah situasional ditandai dengan data subjektif : menilai diri negatif, merasa malu dan melebih-lebihkan penilaian negatif terhadap diri sendiri. Data objektif ; bicara pelan, postur tubuh menunduk, kontak mata kurang.

Jawaban : C

LATIHAN SOAL 2 Seorang perempuan berusia 32 tahun, dirawat di RSJ sejak 1 minggu yang lalu karena sering menyendiri dan marah-marah. Hasil pengkajian tampak klien berbicara kacau, bingung, mudah lupa, bila diajak berbicara tidak rasionalis. Menganggap dirinya bisa melakukan apa saja dan mamph menyembuhkan segala penyakit. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus di atas?
A. Halusinasi
B. Isolasi sosial
C. Waham somatik
D. Waham kebesaran
E. Resiko perilaku kekerasan

Jawab : D

Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada kasus di atas ?
A. Latih cara menghardik
B. Bantu orientasi realitas
C. Latih cara bercakap-cakap
D. Latih cara mengontrol marah dengan cara fisik
E. Latih cara mengontrol marah dengan cara minum obat

Jawab : B




LATIHAN SOAL 3 Seorang perempuan 28 tahun di rawat di Rumah sakit jiwa 5 hari yang lalu.Saat di kaji pasien mengatakan "Ibu mertuanya meracuni saya karena dia tidak suka saya menjadi menantunya, saya tidak mau makan dan minum apa yang di berikan olehnya" Apakah masalah keperawatan pada kasus di atas?
A.Waham Curiga
B.Waham Somatik
C.Waham Nihilistik
D.Waham Penciuman
E.Waham Kebesaran

Pembahasan: Pasien mengatakan " ibu mertuanya meracuni sya karena dia tdk Suka sya mnjdi menantantu.Dan tidak mau mkan, makanan yang diberikan mertuanya” sehingga jawabannya adalah waham curiga

LATIHAN SOAL 4
Seorang perempuan usia 27 tahun di bawa ke RSJ X karena pasien selalu bicara sendiri, tertawa sendiri dan kadang menangis sendiri. Hal ini dialami pasien sejak 2 bulan yang lalu semenjak kekasihnya meninggalkan dan memilih menikah dengan orang lain. Menurut keluarga, pasien adalah anak yang pemalu, ayahnya terkadang memukul pasien karena pasien malu tidak pernah mau keluar rumah. Apakah faktor presipitasi pada kasus tersebut?
a. Kekerasan pada anak
b. Gagal menikah
c. Pemalu
d. Introvet
e. Anak tidak dekat dengan ayah


Pembahasan: Presipitasi adalah faktor pencetus yang membuat klien mengalami gangguan jiwa baik bersifat biologis, psikologis, sosial maupun spiritual. Yang mana kejadiannya paling dekat dengan terjadinya kekambuhan.
Jawaban : B

LATIHAN SOAL 5 Seorang perempuan berusia 23 tahun di rawat di ruang psikiatri sejak 2 hari yang lalu. Hasil pengkajian perawat klien mendominasi percakapan, pandangan mata tajam, bicara berulang-ulang. Pasien mengatakan dirinya adalah seorang artis terkenal, selalu memenangkan ajang miss kecantikan diseluruh dunia. Ibu klien mengatakan sejak kecil klien bercita cita menjadi artis. 1 bulan yang lalu klien tidak lolos seleksi dalam ajang pencarian bakat. Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut ?
A. Resiko perilaku kekerasan
B. Waham kebesaran
C. Harga diri rendah
D. Isolasi sosial
E. Halusinasi

Pembahasan : Waham kebesaran : individu meyakini bahwa ia memiliki kebesarab atau kekuasaan khusus dan diucapkan berulang kali tetapi tidak sesuai kenyataan.
Jawaban: B
Blog Post Lainnya
@2023 bimbelkanduru Inc.