22 Juli 2023 7:12 pm

Seri FR P3K Keperawatan: Komunikasi Terapeutik

Seri FR P3K Keperawatan: Komunikasi Terapeutik
Teknik komunikasi terapeutik adalah kumpulan keterampilan komunikasi yang digunakan oleh tenaga medis, terapis, atau profesional kesehatan lainnya dalam proses membantu dan mendukung pasien atau klien dalam mengatasi masalah kesehatan fisik maupun mental. Tujuan dari teknik komunikasi terapeutik adalah untuk menciptakan hubungan yang positif antara profesional kesehatan dan pasien, sehingga pasien merasa didengarkan, dihargai, dan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan dalam proses penyembuhan atau pemulihan.Beberapa aspek kunci dari teknik komunikasi terapeutik meliputi:

-

Empati: Mampu memahami dan merasakan perasaan, emosi, dan pengalaman pasien dengan sungguh-sungguh. Memperlihatkan empati kepada pasien dapat membuat mereka merasa dipahami dan tidak sendirian menghadapi masalah mereka. Mendengarkan aktif: Mendengarkan dengan penuh perhatian dan tanpa gangguan adalah keterampilan penting dalam komunikasi terapeutik. Ini mencakup memberikan respon verbal atau nonverbal yang menunjukkan bahwa Anda memahami apa yang dikatakan pasien. Menyatakan afeksi: Mengakui perasaan atau emosi pasien dengan cara yang mendukung, seperti mengatakan, "Saya bisa melihat bahwa Anda merasa sangat khawatir tentang ini." Menyampaikan harapan dan optimisme: Memberikan dukungan positif dan membangun harapan pada pasien mengenai proses penyembuhan atau pemulihan mereka.


Menggunakan bahasa yang mudah dipahami: Menghindari istilah medis yang rumit dan menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh pasien agar mereka dapat lebih memahami kondisi kesehatan mereka dan rencana perawatan. Menggunakan pertanyaan terbuka: Mengajukan pertanyaan terbuka yang memungkinkan pasien untuk lebih banyak berbicara dan berbagi informasi tentang perasaan dan pengalaman mereka. Menghindari penilaian: Tidak menghakimi pasien berdasarkan keputusan atau perilaku mereka, tetapi mencoba untuk memahami alasan di balik tindakan mereka. Pemberian umpan balik konstruktif: Memberikan umpan balik yang dapat membantu pasien dalam pemahaman diri dan perbaikan diri.


Klik gambar untuk mendapatkan koleksi Kanduru
Klik gambar untuk mendapatkan koleksi Kanduru
Menggunakan bahasa tubuh yang terbuka: Bahasa tubuh yang ramah dan terbuka dapat membangun kepercayaan dan kenyamanan dalam komunikasi. Memvalidasi perasaan: Mengakui dan menghormati perasaan pasien, bahkan jika Anda tidak selalu setuju. Menjaga batas profesional: Tetap mempertahankan batas-batas profesional dalam komunikasi agar tetap menjaga hubungan yang tepat antara pasien dan profesional kesehatan.Teknik komunikasi terapeutik dapat diterapkan dalam berbagai setting kesehatan, seperti konseling, terapi fisik, perawatan rumah sakit, dan berbagai bidang lainnya. Dengan menggunakan teknik komunikasi terapeutik dengan baik, profesional kesehatan dapat membangun hubungan yang kuat dengan pasien, meningkatkan kepatuhan pasien terhadap perawatan, dan membantu pasien mencapai hasil kesehatan yang lebih baik.
Blog Post Lainnya
-
@2024 bimbelkanduru Inc.