
SOAL 1
Saat di Arafah, seorang jemaah 68 tahun dengan riwayat hipertensi tampak lemas, pucat, dan tekanan darah 80/50 mmHg. Cuaca sangat panas dan area tenda mulai padat. Tindakan paling prioritas bagi TKHI adalah…
A. Memberikan minuman manis dan menyuruh jemaah berbaring
B. Melakukan penilaian cepat ABC dan memindahkan ke area stabilisasi
C. Memberikan obat antihipertensi dosis rendah
D. Meminta jemaah dibawa ke bus pendingin
E. Menunggu kondisi tenang sebelum pemeriksaan
Jawaban: B
SOAL 2
Seorang jemaah diabetesi lupa membawa insulin dan kadar gula darahnya 390 mg/dL. Ia tampak cemas dan takut ibadahnya terganggu. Pendekatan paling tepat TKHI adalah…
A. Menenangkan jemaah dan memberi air minum saja
B. Menunda penanganan karena kadar gula tidak terlalu tinggi
C. Memberikan insulin sesuai protokol sambil mengedukasi pentingnya kepatuhan
D. Menyuruh jemaah beristirahat tanpa intervensi medis
E. Mengurangi asupan makan jemaah hari itu sebagai solusi cepat
Jawaban: C
SOAL 3
Dalam perjalanan dari Muzdalifah, seorang jemaah mengalami sesak napas dan ronki basah pada auskultasi. TKHI menduga edema paru. Area sangat padat dan sulit mobilisasi. Keputusan paling efektif adalah…
A. Menunggu situasi lebih lengang sebelum bertindak
B. Memberi oksigen, posisi semi-Fowler, dan koordinasi evakuasi medis segera
C. Memberikan obat batuk untuk meredakan gejala
D. Menyuruh jemaah tetap berjalan agar tidak ketinggalan rombongan
E. Memberikan air hangat untuk menenangkan
Jawaban: B
SOAL 4
Seorang jemaah muda pingsan setelah thawaf. Riwayat penyakit tidak jelas. TKHI diminta menilai dalam kondisi ramai. Langkah klinis paling tepat adalah…
A. Memberikan air minum segera
B. Mencari identitas dan riwayat medis dari gelang atau tas jemaah
C. Memindahkan jemaah ke luar masjid tanpa pemeriksaan
D. Menunggu jemaah sadar dengan sendirinya
E. Meminta keluarga membawa jemaah ke hotel
Jawaban: B
SOAL 5
Di tenda Mina, 15 jemaah mengalami diare setelah makan. Situasi mengarah ke kemungkinan foodborne outbreak. Aksi prioritas TKHI adalah…
A. Memberikan oralit dan menyuruh semua jemaah istirahat
B. Mengisolasi area makan dan melapor ke sektor kesehatan untuk investigasi sumber
C. Menghentikan seluruh aktivitas ibadah jemaah
D. Mengganti katering tanpa pelaporan
E. Memberikan obat antidiare massal tanpa penilaian
Jawaban: B
SOAL 6
Seorang jemaah dengan penyakit jantung mulai mengeluh nyeri dada setelah melontar jumrah. Ia tampak berkeringat dingin. TKHI harus segera…
A. Memberikan air putih dan memijat punggung
B. Menilai tanda vital, memberikan O2, dan administrasi nitrogliserin jika sesuai protokol
C. Menyarankan jemaah tidur hingga pulih
D. Menunda penanganan karena area sedang padat
E. Menyuruh jemaah melanjutkan aktivitas agar tidak tertinggal
Jawaban: B
SOAL 7
Ketika antre bus di Muzdalifah, seorang jemaah gelisah, berteriak, dan tidak mau menurut. Ia memiliki riwayat gangguan kecemasan. Pendekatan TKHI yang paling tepat adalah…
A. Menghardik agar jemaah tidak mengganggu yang lain
B. Mengabaikan karena bukan masalah medis serius
C. Melakukan pendekatan de-eskalasi verbal dan mengajak jemaah ke area lebih tenang
D. Memberi obat penenang tanpa asesmen
E. Menyuruh jemaah dijaga oleh temannya saja
Jawaban: C
SOAL 8
Dalam kloter terdapat jemaah yang menolak minum obat hipertensi karena merasa “sudah sembuh saat di tanah suci”. Hal ini berisiko pada ibadah puncak. Tindakan edukatif TKHI yang paling efektif adalah…
A. Memaksa jemaah minum obat
B. Menjelaskan konsekuensi medis secara sederhana dan menekankan bahwa ikhtiar tetap bagian dari ibadah
C. Membiarkan karena keyakinan tidak boleh diganggu
D. Menyuruh keluarga membujuk tanpa intervensi TKHI
E. Mengurangi dosis obat agar tidak terlalu memaksa
Jawaban: B
SOAL 9
Saat di Makkah, terjadi peningkatan kasus heatstroke. TKHI harus menentukan strategi pencegahan massal. Langkah paling strategis adalah…
A. Menyuruh jemaah mengurangi ibadah sunnah total
B. Membuat edukasi singkat terkait hidrasi, pakaian, jadwal keluar hotel, dan titik pendinginan
C. Mengumpulkan semua jemaah di satu ruangan
D. Membagikan air dingin saja
E. Mengurangi aktivitas TKHI untuk menjaga energi
Jawawan: B
SOAL 10
Seorang jemaah yang baru selesai operasi kecil sebelum berangkat tetap memaksakan diri melakukan semua rangkaian ibadah berat. Luka operasi mulai infeksi. Keputusan klinis dan spiritual yang paling tepat adalah…
A. Menyuruh jemaah melanjutkan ibadah karena niatnya baik
B. Mengedukasi bahwa menjaga kesehatan termasuk bagian dari menjaga maqashid syariah dan memberikan perawatan luka serta batasan aktivitas
C. Menutup luka tanpa memberikan edukasi
D. Menunda semua ibadah jemaah sampai pulang ke Indonesia
E. Menyuruh jemaah ke rumah sakit tanpa penjelasanJawaban: B







